Energi terbarukan berasal dari sumber daya alam yang tak terbatas seperti sinar matahari, angin, air, dan panas bumi.
Panel surya pertama kali ditemukan pada tahun 1839 oleh Alexandre Edmond Becquerel, seorang fisikawan Prancis.
Energi angin telah digunakan selama ribuan tahun untuk menggerakkan kapal dan penggilingan biji-bijian.
Pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia adalah Bendungan Tiga Ngarai di China, yang mampu menghasilkan 22.500 megawatt.
Energi geothermal telah digunakan sejak zaman kuno oleh budaya Yunani dan Romawi untuk mandi air panas dan pengobatan medis.
Satu turbin angin raksasa dapat menghasilkan listrik untuk 600 rumah selama satu tahun.
Energi matahari yang mencapai bumi dalam satu jam dapat memenuhi kebutuhan listrik seluruh dunia selama satu tahun.
Energi biomassa berasal dari bahan organik seperti kayu, limbah pertanian, dan sampah organik.
Pembangkit listrik tenaga air di Norwegia dapat menyimpan energi berlebih dengan cara mengalirkan air ke dalam bendungan pada malam hari dan menggunakannya untuk menghasilkan listrik pada siang hari.
Energi ombak dan pasang surut terus dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan di masa depan karena potensi energi yang besar dan dapat diandalkan.