Sebuah karya seni lukis yang paling terkenal di dunia, Mona Lisa, dilukis oleh Leonardo da Vinci pada tahun 1500-an.
Salah satu peradaban tertua yang menciptakan karya seni adalah Mesir Kuno, dengan patung-patung besar dan lukisan dinding di piramida mereka.
Dalam seni Baroque, banyak seniman menggunakan kontras yang dramatis antara cahaya dan bayangan untuk menciptakan efek dramatis.
Seni Impresionis, yang muncul pada akhir abad ke-19, menekankan penggunaan cahaya dan warna untuk menciptakan kesan visual yang lebih gelap dan lebih ringan.
Salah satu karya seni paling terkenal dari periode Renaissance adalah plafon Kapel Sistina, yang dicat oleh Michelangelo di Vatikan pada abad ke-16.
Seni Abstrak yang muncul pada awal abad ke-20 menekankan penggunaan bentuk dan warna yang non-representatif untuk menciptakan kesan visual yang berbeda.
Seni Pop, yang muncul pada tahun 1950-an, menekankan penggunaan gambar dan simbol populer untuk menciptakan karya seni yang lebih mudah dipahami oleh orang banyak.
Dalam seni Renaissance, banyak seniman menggunakan teknik perspektif untuk menciptakan kesan kedalaman dan realisme dalam karya seni mereka.
Karya seni yang dibuat selama periode Romawi Kuno sering menampilkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah dan mitologi.
Salah satu karya seni paling terkenal dari periode Klasik Yunani adalah patung Venus de Milo, yang diciptakan pada abad ke-2 SM dan sekarang dipajang di Louvre, Paris.